Posted by : adinda rahayu Wednesday, January 25, 2017

Jika kita berbicara buah durian hal pertama yang ada di benak kita adalah wangi, manis, lezat dan nagih. Banyak yang menyukai buah ini tetapi banyak pula yang membenci buah ini. Durian merupakan tanaman dari famili Malvaceae yang dikelompokkan kedalam genus Durio. Habitat asli durian berada di wilayah Asia Tenggara. Indonesia merupakan negara di kawasan Asia Tenggara dengan varietas durian terbanyak yaitu sekitar 20 spesies dan kalimantan menjadi daerah terbanyak untuk jenis spesies durian yaitu sebanyak 18 jenis.

Meskipun Indonesia mempunyai jenis durian lebih banyak, tetapi pada kenyataannya bila berbicara tentang varietas unggulan Indonesia masih kalah jauh dengan Malaysia dan Thailand. Durian Indonesia kecenderungannya berbiji besar dan tipis pada dagingnya, beda halnya dengan durian dengan varietas unggulan seperti durian montong asal Thailand dimana dia mempunyai daging yang tebal, buah besar dan biji yang kecil. Hal inilah yang menyebabkan durian kita kalah di pasaran dunia selain itu harga dari durian montong cenderung mahal.


Seperti yang penulis bahas di paragraf awal bahwa durian montong ini merupakan varietas unggulan artinya dia mengalami persilangan antara dua jenis durian. Menurut Dr. Ir. Endang Yuniastuti, M.Si seorang peneliti durian dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, bahwa durian montong merupakan persilangan antara durian sukun yang banyak tumbuh di wilayah Karanganyar, jawa tengah dengan durian asli Thailand, sehingga menghasilkan durian montong yang leyat, unggul dan berdaging tebal. Karena harganya yang relatif mahal maka banyak para petani buah di Indonesia untuk melakukan pembenihan dan pembibitan pada durian montong.

Tak hayal jika kita sedang mengunjungi toko penjual bibit tanaman banyak menjumpai bibit durian montong. Untuk masalah harga bibit durian montong berkisaran antara 60–80 ribu rupiah. Jika kita sudah membeli bibit durian montong pastinya kita menginginkan bibitnya itu bisa hidup dan menghasilkan buah dalam waktu yang tidak lama. Adapun langkah–langkah supaya bibit durian montong yang kita miliki dapat berbuah dengan waktu yang relatif pendek kisaran (3-4 tahun) sudah berbuah. Langkah-langkah itu diantaranya adalah :

Cara Menanam Durian Montong Agar Cepat Berbuah


1. Pemilihan bibit :

Bibit Durian Montong
Bibit merupakan komponen penting untuk menentukan apakah buah itu cepat berbuah atau tidak, alangkah lebih baik jika Anda melakukan pembibitan sendiri, maka hasil yang didapatkan akan lebih bagus artinya teruji kualitasnya karena Anda sudah tahu buah yang akan dihasilkan seperti apa yaitu dari biji buah yang telah Anda makan sebelumnya.

2. Ketersedian sinar matahari :
Semua makhluk hidup termasuk tumbuhan pasti membutuhkan sinar matahari. Sinar matahari dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis, karena fotosintesis inilah tanman dapat menghasilkan bunga, buah dan peremajaan daun (semi). Sama halnya jika pohon durian kurang mendapatkan sinar matahari maka pertumbuhannya akan terhambat sehingga mengakibatkan lama menghasilkan berbuah.

3. Media tanam :

Media Tanam Durian Montong
Komponen yang penting selanjutnya adalah menyiapkan media tanam yang berkualitas untuk bibit durian montong kita. Parameter yang perlu diperhatikan untuk media tanam adalah tingkat keasaman pada tanah, pengairan, jadwal tanam, dan luas area tanam.

4. Kesuburan tanah :
Kesuburan tanah sangat penting untuk pertumbuhan semua jenis tanaman, unsur hara dan tingat keasaman dan basa pada tanah menjadi komponen penting dalam pertumbuhan tanaman. Pupuk kompos adalah salah satu media yang dapat menyuburkan tanaman secara alami tanpa efek samping yang diakibatkan.

5. Membersihkan lahan :
Bersihkan terlebih dahulu lahan yang akan ditanami pohon durian seperti kerikil, tanaman liar yang mana dapat mengganggu pertumbuhan pohon durian.

6. Membuat bedengan (kalenan) :

Membuat Bedengan Kebun Durian Montong
Membuat bedengan sangat diperlukan untuk hampir setiap tanaman yang di tanam di kebun, seperti ketela, jagung, melon, dan semangka. Bedengan untuk durian montong ini dibuat lebih besar bila dibandingkan dengan tanaman kebun lainnya. Tujuan dari bedengan ini adalah memudahkan petani untuk menyirami tanamannya serta membuat gembur tanah yang di tanam.

7. Kadar air :
Pohon durian adalah jenis pohon yang dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi tetapi jika kandungan air yang terdapat pada tanah terlalu tinggi tidak baik untuk pertumbuhan pohon durian, oleh karena itu diarea sekitar pohon buatlah lubang guna menampung air ketika hujan sehingga pohon durian tidak tergenang air.

8. Jarak antar tanam :
Mengatur jarak antar tanaman durian sekitar 10–12 meter dengan tujuan ketika si pohon durian sudah dewasa maka pertumbuhan pohon durian tidak terhalang dengan pohon yang lain atau memberi ruang pohon durian untuk tumbuh.

9. Cara tanam :

Cara Tanam Pohon Durian Montong
Untuk cara tanam haruslah tepat, pilih bibit durian yang mempunyai tinggi sekitar 75-150 cm, kemudian buka bungkus polybag secara hati-hati, kemudian masukkan bibit kedalam lubang yang sudah digali sampai batas leher, tutup akar bibit dengan jerami dan rumput kering, sirami dengan air, dan jangan lupa untuk memberikan naungan seperti plastik atau parenet di atas bibit durian yang telah ditanam.

10. Perawatan :
Untuk perawatan lakukan pemangkasan pada ranting-ranting yang tidak berguna, sehingga kita bisa mendapatkan ranting yang berkualitas agar cepat berbuah. Untuk langkah kedua adalah lakukan pemupukan secara rutin tetapi jangan terlalu banyak, karena pupuk kimia selalu memberikan efek samping.

Itulah penjelasan mengenai langkah-langkah agar bibit durian montong dapat tumbuh secara cepat dan menghasilkan buah dalam waktu relatif singkat. Semoga bisa menjadi acuhan para pembaca dalam menanam bibit buah durian montong, selamat berkebun.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Pohon Kecilku - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -